Kamis, 26 November 2009
Diposkan oleh
Dellya Winda Yuniar
di
04:18
0
komentar
Rabu, 25 November 2009
Kenakalan Kami Tak Membuatmu Putus Asa
Terharu rasanya mengenang jasamu di hari guru ini. Engkau selalu berusaha mengerti apa yang kami inginkan. Walau pun kami telah banyak membuat hatimu jengkel, kau masih tetap memberikan yang terbaik untuk kami.
Suasana gaduh benar-benar meliputi kelas ini. Aku bersama tiga orang temanku sedang asyik bercerita tentang film yang kami lihat tadi malam. Tak berbeda jauh dari teman-temanku yang lain, malah lebih parah lagi ada yang berlari mengelilingi kelas dan berteriak-teriak karena ada anak lain yang mengganggunya. Ini sebenarnya bukan jam kosong, tapi guru kami Pak Beja sedang menerima tamu yaitu salah satu wali murid yang berkepentingan menyelesaikan administrasi. Sekitar 10 menit kemudian, wali murid itu sudah pergi meninggalkan ruang kelas kami. Selang beberapa detik, Pak Beja berdiri dari kursinya dengan membawa sebuah buku paket Bahasa Indonesia. Kemudian beliau menghampiri salah satu murid di bangku depan. Tak kusangka Pak Beja yang selama ini tak pernah marah pada kami memukul kepala temanku itu dengan bukunya (yah walau pun pukulannya tadi tidak sungguhan dan sangat kelihatan kalau itu tidak sakit). "Kalian ini! Apa kamu nggak lihat tadi ada wali murid yang datang?! Rame terus! Buat malu saya kalian!", itulah kata-kata yang kemudian diucapkannya. Semua murid di kelas langsung terdiam dan Pak Beja yang sangat marah melanjutkan memukul anak lain sampai seluruh anak mendapat jatah (hal ini tak mungkin saya lupakan). Beliau kemudian menghela nafas panjang, "Apa kalian tidak tahu kalau saya sangat menyayangi kalian? Sebenarnya saya tidak suka marah seperti ini, tapi kalian sudah sangat kelewatan. Saya tidak ingin kalian melakukannya lagi."
Kami sungguh merasa bersalah, kami telah membuat Pak Beja melampaui batas kesabaranya. Tapi beliau tetap saja memikirkan kami.
Di hari guru ini, saya seorang murid Anda yang nakal meminta maaf atas semua kesalahan yang telah saya perbuat. Kami semua mencintai Bapak. Terima kasih Pak Beja.
Diposkan oleh
Dellya Winda Yuniar
di
13:57
0
komentar
Kamis, 01 Oktober 2009
Show your lines
Karya seni, identik dengan keindahan abadi yang akan dikagumi sepangjang masa. Bahkan bukan hanya keindahan yang tersimpan di dalamnya, tapi mungkin juga puluhan misteri yang sangat menarik untuk dibongkar, atau misteri itu sendiri tetap akan menjadi pertanyaan beribu-ribu tahun sesudah senimannya meninggal. 
Seperti halnya dengan Vincent Van Gogh, pelukis terkenal yang mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya sedangkan karyanya sendiri baru dikenal orang lama setelah ia tiada. Menilai sebuah karya seni memang bukanlah hal yang mudah, perlu dari sekedar pengetahuan tentang karya itu sendiri dan juga sense yang akan membuat anda bisa masuk untuk menjelajahinya.
Bagi saya sendiri, melihat lukisan-lukisan Van Gogh bagaikan memasuki sebuah dunia dongen yang tenang. Sungguh sebuah maha karya yang menakjubkan.
Tetapi kemashuran karya-karyanya tidak seindah hidupnya sendiri, tingkat emosi yang susah diklendalikan dalam dirinya membuatnya sangat putus asa hingga dia mengiris telinga kirinya sendiri. Not a happy ending .
Bagi pelukis muda, membuat rangkaian titik dan garis lurus sempurna mungkin akan terdengar sangat membusankan. Kebanyakan dari mereka pasti ingin segera memulai menghasilkan sebuah lukisan daripada hanya membuat berbagai titik dan garis. Tapi titik dan garis yang mereka buat pertama kali akan menunjukkan bagaimana emosi mereka dan bisa dimanfaatkan untuk mengendalikan emosi pada saat pembuatan karyanya. Pada awalnya, hal remeh ini memang tak mengasikkan anda akan menyadarinya seiring dengan berjalannya waktu. Percayalah membuat rangkaian titik maupun garis sungguh bisa menetralkan emosi anda. Misalkan saja anda sedang merasa sedih karena ditinggalkan oleh seorang kekasih, ambil sebuah kertas dan pensil kemudian cobalah membuat garis lurus di atas kertas anda. Hal ini tidak akan terasa saat anda melakukannya, tapi keesokan harinya saat anda bangun dari tidur kemudian menatap gambar itu lagi. Pasti anda akan merasa lebih baik, bisa saja dalam benak anda akan muncul sebuah ide untuk memajang gambar itu dan memberinya sebuah judul 'Garis saat aku menangis'. Kedengaran konyol memang, tapi bisa memberi anda energi baru untuk membuat sebuah karya baru anda.
Inspired by Mr. Topik (my beloved art teacher)

Myspace Weekend Comments
Diposkan oleh
Dellya Winda Yuniar
di
18:42
0
komentar
Jumat, 17 Juli 2009
Evanescence-Forever You Mp3
![]() | Evanescence - Forever You | ![]() |
| ||
![]() | Found at bee mp3 search engine | ![]() |
Diposkan oleh
Dellya Winda Yuniar
di
03:28
0
komentar
Kamis, 02 Juli 2009
Minggu, 21 Juni 2009
SK8ER BOI
He was a boi she was a girl
Can i make it any more obvious
He was a punk she did ballet
What more can I say
He wanted her she'd never tell
Secretly she wanted him as well
But all of her friends stuck up their nose they had a problem with his baggy clothes
[chorus]
He was a sk8ter boi she said see ya later boi he wasn't good enough for her
She had a pretty face but her head was up in space she needed to come back down to earth
5 years from now she sits at home feeding the baby she's all alone
She turns on tv guess who she sees sk8ter boi rockin up MTV
She calls up her friends
They already know and they've all got
Tickets to see his show
She tags along stands in the crowd
Looks up at the man that she turned
Down
[chorus]
He was a sk8ter boi she said see ya later boi he wasn't good enough for her now he's a
Super star slamin on his guitar does your pretty face see what he's worth?
Sorry girl but you missed out
Well tough luck that boi's mine now
We are more than just good friends
This is how the story ends
Too bad that you couldn't see,
See the man that boi could be
There is more that meets the eye
I see the soul that is inside
He's just a boi and Im just a girl can I make it any more obvious
We are in love haven't you heard
How we rock eachothers world
[chorus]
I'm with the sk8ter boi I said see ya later boi I'll be back stage after the show I'll
Be at the studio singing the song he wrote about a girl he used to know
Diposkan oleh
Dellya Winda Yuniar
di
21:01
0
komentar
Sabtu, 20 Juni 2009
My new PC
This the best week I've ever had, and I'm so happy. You know why? My Dad bought a new Pc for me. Althought it's not really special for you guys, but I'm so thanksful I've got it. Thanks God for it. Now I have my own PC in my room.... ^_^
Diposkan oleh
Dellya Winda Yuniar
di
19:45
0
komentar







